adfly

Friday, July 19, 2013

KERUGIAN MENJADI MANUSIA MENURUT SURAT AL-ASHR


   










Taukah Anda bahwa hidup di dunia menjadi Manusia itu RUGI?    
Mengapa demikian?
LANJUTKAN MEMBACA Klik Disini Kemudian Klik SKIP AD ( di pojok kanan atas )


Di dalam surat Al Ashr

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
(Q. S. Al Ashr)
 


1.      Demi masa

2.   Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

1.   Ayat satu (1) Allah menjelaskan melalui sebuah kalimat “Demi Masa” yang artinya demi waktu, yang berarti keadaan yang bergulir secara terus menerus dimana apa yang akan terjadi di mulai dari ketidakadaan menjadi ada, setelah ada maka akan berkembang dan dalam perkembangan terjadi berbagai hasil yang tidak menentu. Tergantung pada kemana proses menuju hasil tersebut akan diarahkan, apakah untuk kebaikan? Atau keburukan?
Kesimpulan dari pernyataan diatas:
Kehidupan manusia sejak lahir akan melalui proses waktu (masa), dimana awalnya manusia            
dilahirkan Suci, kemudian setelah berangsur angsur tumbuh, maka akan banyak mengenal lika
liku kehidupan
Jika kita tidak pandai pandai membawa diri, maka kita akan terbawa oleh dampak dari proses      
yang kita jalani sendiri.
2.   Bukti bahwa manusia yang terlahir ke dunia itu akan mengalami KERUGIAN di jelaskan dalam ayat ke dua (2): “Sesungguhnya manusia itu benar benar berada dalam kerugian”
Maksud dari ayat tersebut adalah ketika manusia dilahirkan dalam keadaan suci tetapi tempat dia berpijak (tempat dia hidup) yaitu di dunia (dalam hal ini lingkungan) penuh dengan beragam kebathilan dimanapun dia berpijak (kebathhilan pasti ada) tergantung pada lingkungan itu. Ada yang yang besar tingkat kebathilan itu dengan penuh kemaksiatan.
Contoh: jika manusia itu hidup dalam lingkungan yang dipenuhi oleh orang orang yang dengan gaya hidup glamor, maka dia akan cepat terbawa arus dalam lingkungan tersebut dengan berbagai alasan yang menunjang. (Iri, kecemburuan social, rivalitas bisnis dll).
Begitu pula jika / walaupun dia hidup dalam lingkunagan santri dan ulama. Lambat laun preses kemodernisasi akan masuk ke dalam lingkungan mereka. Hanya presesnya saja yang sedikit terlambat.
Jadi ibarat sebuah kertas putih, manusia yang terlahir ke dunia perlahan kertas kesucian itu akan dipenuhi dengan berbagai warna kebathilan.
Kesimpulan dari ayat kedua (2):
Manusia telah di kodratkan akan mengalami kerugian. tanpa manusia berbuat salahpun, di kemudian hari manusia akan dihinggapi kebathilan, tergantung besar kecilnya kebathilan yang akan diperbuat sesuai lingkungan dan iman dari manusia itu sendiri.
3.   Sedangkan ayat ketiga (3) yang berbunyi : “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” menerangkan bahwa tingkat kerugian yang akan diterima manusia di dalam hidupnya itu berbeda beda sesuai dengan dia (manusia itu sendiri) bisa menghindari kerugian yang menghinggapinya.
Kesimpulan dari ayat ketiga (3):
Jika manusia dapat menghindari kebathilan sebanyak mungkin, maka kerugian yang akan diterima semakin berkurang, walaupun dalam hal ini manusia tidak mungkin dapat menghindarinya semua karena manusia tidak ada yang sempurna.
               



No comments:

Post a Comment