Di dalam surat Al Ashr
وَالْعَصْرِ
﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
(Q.
S. Al Ashr)
|
1. Demi masa
2. Sesungguhnya manusia
itu benar-benar berada dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati
kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
1. Ayat
satu (1) Allah menjelaskan melalui sebuah kalimat “Demi Masa” yang artinya demi
waktu, yang berarti keadaan yang bergulir secara terus menerus dimana apa yang
akan terjadi di mulai dari ketidakadaan menjadi ada, setelah ada maka akan
berkembang dan dalam perkembangan terjadi berbagai hasil yang tidak menentu.
Tergantung pada kemana proses menuju hasil tersebut akan diarahkan, apakah
untuk kebaikan? Atau keburukan?
Kesimpulan dari pernyataan diatas:
Kehidupan manusia sejak lahir akan melalui proses waktu (masa),
dimana awalnya manusia
dilahirkan Suci, kemudian setelah berangsur angsur tumbuh, maka
akan banyak mengenal lika
liku kehidupan
Jika kita tidak pandai pandai membawa diri, maka kita akan terbawa
oleh dampak dari proses
yang kita jalani sendiri.
2. Bukti bahwa manusia yang terlahir ke dunia
itu akan mengalami KERUGIAN di jelaskan dalam ayat ke dua (2): “Sesungguhnya
manusia itu benar benar berada dalam kerugian”
Maksud dari ayat tersebut adalah ketika manusia dilahirkan dalam
keadaan suci tetapi tempat dia berpijak (tempat dia hidup) yaitu di dunia
(dalam hal ini lingkungan) penuh dengan beragam kebathilan dimanapun dia
berpijak (kebathhilan pasti ada) tergantung pada lingkungan itu. Ada yang yang
besar tingkat kebathilan itu dengan penuh kemaksiatan.
Contoh: jika manusia itu hidup dalam lingkungan yang dipenuhi oleh
orang orang yang dengan gaya hidup glamor, maka dia akan cepat terbawa arus
dalam lingkungan tersebut dengan berbagai alasan yang menunjang. (Iri,
kecemburuan social, rivalitas bisnis dll).
Begitu pula jika / walaupun dia hidup dalam lingkunagan santri dan
ulama. Lambat laun preses kemodernisasi akan masuk ke dalam lingkungan mereka.
Hanya presesnya saja yang sedikit terlambat.
Jadi ibarat sebuah kertas putih, manusia yang terlahir ke dunia
perlahan kertas kesucian itu akan dipenuhi dengan berbagai warna kebathilan.
Kesimpulan dari ayat kedua (2):
Manusia telah di kodratkan akan mengalami kerugian. tanpa manusia
berbuat salahpun, di kemudian hari manusia akan dihinggapi kebathilan,
tergantung besar kecilnya kebathilan yang akan diperbuat sesuai lingkungan dan
iman dari manusia itu sendiri.
3. Sedangkan ayat ketiga (3) yang berbunyi :
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat
menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi
kesabaran” menerangkan bahwa
tingkat kerugian yang akan diterima manusia di dalam hidupnya itu berbeda beda
sesuai dengan dia (manusia itu sendiri) bisa menghindari kerugian yang
menghinggapinya.
Kesimpulan dari ayat ketiga (3):
Jika manusia dapat menghindari kebathilan sebanyak mungkin, maka
kerugian yang akan diterima semakin berkurang, walaupun dalam hal ini manusia
tidak mungkin dapat menghindarinya semua karena manusia tidak ada yang
sempurna.


No comments:
Post a Comment